Toyota Motor Corporation tampilkan generasi terbaru Toyota Yaris ke seluruh dunia. Hatchback keren ini dijadwalkan untuk dijual di Jepang mulai pertengahan Februari 2020.
Sebagai pembuka, All New Yaris akan dipajang di VenusFort, Odaiba, Tokyo selama pameran Tokyo Motor Show (TMS) 2019 dan diprediksi bakal jadi primadona di sana.
Yaris generasi pertama diciptakan pada tahun 1999 dan menjadi standar global Toyota untuk mobil kompak penuh talenta. Toyota merancang ulang platform dan semua komponen utama, termasuk mesin, transmisi, dan suspensi untuk menciptakan ruang kabin yang luas dan performa maksimal di tengah keterbatasan dimensi mobil.
Seperti generasi baru Toyota lainnya, All New Yaris mengadopsi platform Toyota New Global Architecture (TNGA) sebagai basis rancang bangun. Ia dikembangkan untuk mengejar nilai baru yang dicari pada mobil kompak generasi mendatang.
Toyota memulai dari awal seluruh desain Yaris sesuai kebutuhan akan mobil kompak masa depan, dengan fitur dan komponen yang dibangun seluruhnya dari bawah ke atas, termasuk mesin, hibrid system, transmisi, dan suspensi.
Selain bodi yang ringan namun kaku dan pusat gravitasi yang rendah, Yaris ditawarkan dalam 4 pilihan mesin untuk menghadirkan pengalaman berkendara menggairahkan, kenyamanan superior, dan performa yang halus namun mengejutkan.
Opsi dapur pacu tersebut antara lain 1.500 cc 3 silinder Direct Force Engine dengan transmisi Direct Shift-CVT, 1.500 cc 4 silinder dengan hybrid system terbaru, 1.000 dengan upgrade performa dan transmisi CVT yang kompak dan ringan, dan 1.500 cc dengan transmisi manual 6-speed.
Selain mengejar kesinambungan dalam mengembangkan mesin hibrida dengan efisiensi bahan bakar tertinggi di dunia, Yaris baru ditawarkan dengan penggerak E-Four, yaitu sistem penggerak listrik empat roda.
Fitur ini bisa Anda lihat di Toyota Alphard HV dan merupakan yang pertama untuk mobil kompak Toyota.
Selain itu, Toyota juga merupakan produsen pertama yang mengadopsi serangkaian fitur canggih yang menentang hirarki umum berdasarkan kelas mobil pada Yaris yang notabene masuk dalam kelas mobil kompak.
Seperti fitur Advanced Park yang merupakan sistem pendukung parkir canggih dan merupakan yang pertama untuk kendaraan Toyota.
Selanjutnya adalah fitur Toyota Safety Sense terbaru yang telah diperluas untuk mendeteksi mobil yang memotong ketika berbelok ke kanan di persimpangan dan pejalan kaki menyeberang jalan ketika mobil berbelok ke kanan atau kiri.
Ada pula fitur Turn Tilt Seats yang juga pertama di Toyota, yang memfasilitasi akses masuk dan keluar kabin kendaraan, dan Display Audio (standar pada semua model) yang dapat terhubung dengan smartphone.
Menariknya, terdapat stop kontak 1.500 Watt pada versi hybrid. Dengan aksesori tersebut, listrik dari kendaraan dapat digunakan untuk memberi daya pada perangkat listrik menggunakan jenis outlet listrik yang sama dengan di rumah.
Selain itu, kendaraan dapat berfungsi sebagai generator listrik, seperti ketika pemadaman listrik atau dipakai di lokasi yang tidak memiliki sambungan listrik.
Chief Engineer Yasunori Suezawa, yang bertanggung jawab atas pengembangan Yaris baru, menjelaskan, "Ini menandai tahun ke-20 sejak Yaris pertama debut, jadi kami ingin membangun sebuah mobil kompak generasi baru yang jauh melampaui ekspektasi pecinta Yaris."
“Mobil kompak digunakan oleh berbagai kalangan, jadi menawarkan mesin yang menggairahkan menjadi prioritas, tetapi juga mendorong kami untuk menggunakan Yaris sebagai titik awal pengembangan mobil dengan tingkat efisiensi bahan bakar tertinggi di dunia dan teknologi keamanan yang mumpuni," tutupnya.
Harga Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas, Ini Dia Penyebabnya
Dipublish pada 04 September 2025 | Kategori:
Home
Berita
Mobil
Motor
Kendaraan Listrik
Niaga
OtoSport
Modifikasi
Tips & Trik
Komunitas
Oto Test
Oto Galeri
Video
Pamor
Otoshow
Infografis
Street Shots
Indeks
Yang sedang ramai dicari
Loading...
Promoted
Terakhir yang dicari
Loading...
Editors' Choice
Mobil Listrik
Motor Listrik
detikOto
Mobil Listrik
Harga Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas, Ini Dia Penyebabnya
Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 15 Agu 2025 07:09 WIB
Ilustrasi mobil listrik (Foto: Andhika Prasetia/detikoto)
Jakarta - Harga mobil listrik bekas anjlok. Apa penyebabnya?
Harga mobil listrik bekas terjun bebas. Sebagai gambaran, harga baru BYD Seal Premium senilai Rp 639 juta dan Seal Performance AWD Rp 750 juta. Namun, satu tahun setelah peluncuran, harga kendaraan tersebut di marketplace turun Rp 200 jutaan.
Selanjutnya ada Wuling BinguoEV berumur satu tahun harga bekasnya kini Rp 200 jutaan. Padahal harga barunya untuk varian tertinggi Rp 330 jutaan. Direktur OLXMobbi Agung Iskandar tak menampik harga jual mobil listrik memang turun sangat tajam. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran banyak mobil listrik baru bermunculan.
"Menurut kami, hal ini menjadi tantangan bagi pemilik mobil listrik yang menjual kembali kendaraannya. Hal ini dikarenakan harga mobil listrik baru yang cenderung turun karena persaingan yang sangat kompetitif," kata Agung kepada detikOto belum lama ini.
Kondisi ini menurutnya tak seperti harga jual kembali mobil bermesin konvensional yang cenderung stabil. Misalnya untuk Avanza yang berumur satu tahun, harga bekasnya di rentang Rp 230-250 jutaan. Padahal harga barunya juga tak jauh berbeda yakni mulai Rp 240 hingga Rp 280 juta.
"Harga jual mobil listrik bekas di pasaran saat ini terpantau mengalami tingginya depresiasi, bahkan lebih tinggi dibandingkan mobil hybrid dan mobil konvensional atau non-listrik," tutur Agung lagi
Di lain pihak, Founder National Battery Research Institute Evvy Kartini mengungkap anjloknya harga mobil listrik itu adalah baterainya. Baterai merupakan komponen termahal yang terdapat di mobil listrik. Banderol komponen tersebut bisa 40-50 persen dari total harga jual kendaraan. Itulah mengapa, kata Evvy, mulai banyak produsen yang menjual mobil listrik dengan sistem sewa baterai.
"Harga baterai setengah harga mobil, jenis LFP dan semua. Jadi ketika harga baterai turun pasti mobil listrik turun," tutur Evvy.
selengkapnya