Di awal tahun 2020 ini, Toyota menyematkan sejumlah fitur baru pada Alphard dan Vellfire agar pelanggan kian merasakan keselamatan dan kenyamanan pada mobil yang paling populer di segmen MPV kelas atas dengan pangsa pasar 94,4%.
Alphard dan Vellfire yang tahun 2019 lalu berhasil membukukan penjualan whole sales 4.637 unit, kini dilengkapi fitur Toyota Safety Sense yang menghadirkan fitur-fitur keselamatan berkendara dengan standar tertinggi yang makin lengkap seperti PCS, LDA, DRCC dan AHB.
Sementara untuk kenyamanan lebih, keduanya kini juga didukung oleh fitur entertainment yang dilengkapi layar yang lebih lebar.
"Faktor keselamatan dan kenyamanan merupakan hal yang selalu menjadi perhatian utama sehingga Toyota secara terus menerus melakukan improvement agar pelanggan tidak hanya merasakan kemewahan tapi juga perlindungan keselamatan yang makin optimal," kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmi Suwandy.
"Di awal tahun ini, kami memulainya dengan melakukan penyegaran pada Alphard dan Vellfire," tegasnya.
Daftar Fitur Toyota Safety Sense
Dengan menyandang fitur Pre-Collision System (PCS), pengguna New Alphard dan New Vellfire kini mendapat perlindungan dari sistem radar yang terintegrasi.
Sistem ini akan memberikan peringatan melalui audio dan visual terhadap potensi terjadinya benturan. Fitur PCS ini dapat secara otomatis mengurangi kecepatan, sehingga risiko benturan bisa dihindari atau dikurangi.
Sementara itu, penggunaan fitur Lane Departure Alert (LDA) akan sangat membantu pengemudi menghindari kecelakaan karena secara otomatis fitur ini akan memberi peringatan ketika kendaraan keluar dari jalur pada saat berkendara.
Penggunaan fitur Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) akan membantu pengendara memantau keberadaan kendaraan lain yang ada di depan dan menjaga jarak aman.
Kendaraan secara otomatis akan mengurangi kecepatan, bahkan melakukan pengereman jika radar menunjukkan jarak dengan kendaraan lain sudah tidak aman.
Sementara itu, fitur Automatic High Beam (AHB) sangat membantu pengemudi dalam perjalanan di malam hari.
Fitur ini akan mendeteksi kendaraan dari depan dan secara otomatis akan mengurangi pencahayaan pada lampu jauh dan akan kembali menyala normal jika kendaraan dari depan sudah lewat.
New Alphard dan New Vellfire kini juga dilengkapi fitur Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang akan memberi peringatan bila tekanan ban rendah.
Fitur ini akan sangat membantu pengguna untuk mempertahankan kenyamanan kendaraan dan juga dampak buruk yang mungkin terjadi pada ban dan velg jika tekanan ban rendah.
Selain itu, Toyota juga meningkatkan penggunaan Intelligent Clearance Sonar (ICS) yang semula hanya menggunakan 6 titik yaitu 2 di depan dan 4 di belakang menjadi delapan titik yaitu 4 di depan dan 4 di belakang.
Fitur ICS juga akan mendeteksi objek di sekitar kendaraan dan memberikan alarm suara ketika terlalu dekat. Fitur ini akan sangat membantu pengemudi saat parkir di ruang yang sempit.
Pengembangan Fitur Entertainment
Untuk semakin meningkatkan kenyamanan, Toyota melakukan improvement pada fitur Audio Head Unit (AHU) dan Rear Seat Entertainment (RSE).
Jika sebelumnya AHU menggunakan layar monitor dengan lebar 8 inchi, kini menggunakan layar 9 inchi untuk varian 2.5 X, 2.5 G, dan 2.5 HEV, sementara varian 3.5 Q menggunakan layar berukuran 10.5 inchi.
Sedangkan layar RSE yang sebelumnya 10 inchi menjadi 13 inchi, bahkan varian 3.5 Q menggunakan layar 13.3 inchi.
Di samping itu, untuk melengkapi kenyamanan dan keamanan, Inside Rear View Mirror, New Alphard dan New Vellfire kini menggunakan teknologi Electric Mirror Gen 2 dengan jangkauan monitor yang lebih luas dan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan sebelummya yang menggunakan teknologi Full Digital Mirror.
"Berbagai improvement ini kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan yang lebih tinggi, sekaligus memberikan nilai Total Ownership Experience yang lebih menguntungkan kepada pelanggan New Alphard dan New Vellfire," kata Anton.
Alphard pertama kali secara resmi dipasarkan PT Toyota-Astra Motor (TAM) di Indonesia pada 2008. Pada tahun 2015, Toyota Vellfire dan Toyota Alphard HEV (Hybrid Electrified Vehicle) menambah jajaran line-up MPV Luxury ini.
Meski masuk di segmen yang sama, Alphard dan Vellfire memiliki karakter yang sangat berbeda. Alphard tampil dengan desain dengan nuansa mewah, anggun dan formal. Vellfire menonjolkan modern, dan high tech dengan kesan berani dan sporty.
Hingga Januari 2020, Alphard telah mencetak total penjualan 25.421 unit. Bahkan di tahun 2019 Alphard membukukan market share 94,4%.
Harga Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas, Ini Dia Penyebabnya
Dipublish pada 04 September 2025 | Kategori:
Home
Berita
Mobil
Motor
Kendaraan Listrik
Niaga
OtoSport
Modifikasi
Tips & Trik
Komunitas
Oto Test
Oto Galeri
Video
Pamor
Otoshow
Infografis
Street Shots
Indeks
Yang sedang ramai dicari
Loading...
Promoted
Terakhir yang dicari
Loading...
Editors' Choice
Mobil Listrik
Motor Listrik
detikOto
Mobil Listrik
Harga Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas, Ini Dia Penyebabnya
Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 15 Agu 2025 07:09 WIB
Ilustrasi mobil listrik (Foto: Andhika Prasetia/detikoto)
Jakarta - Harga mobil listrik bekas anjlok. Apa penyebabnya?
Harga mobil listrik bekas terjun bebas. Sebagai gambaran, harga baru BYD Seal Premium senilai Rp 639 juta dan Seal Performance AWD Rp 750 juta. Namun, satu tahun setelah peluncuran, harga kendaraan tersebut di marketplace turun Rp 200 jutaan.
Selanjutnya ada Wuling BinguoEV berumur satu tahun harga bekasnya kini Rp 200 jutaan. Padahal harga barunya untuk varian tertinggi Rp 330 jutaan. Direktur OLXMobbi Agung Iskandar tak menampik harga jual mobil listrik memang turun sangat tajam. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran banyak mobil listrik baru bermunculan.
"Menurut kami, hal ini menjadi tantangan bagi pemilik mobil listrik yang menjual kembali kendaraannya. Hal ini dikarenakan harga mobil listrik baru yang cenderung turun karena persaingan yang sangat kompetitif," kata Agung kepada detikOto belum lama ini.
Kondisi ini menurutnya tak seperti harga jual kembali mobil bermesin konvensional yang cenderung stabil. Misalnya untuk Avanza yang berumur satu tahun, harga bekasnya di rentang Rp 230-250 jutaan. Padahal harga barunya juga tak jauh berbeda yakni mulai Rp 240 hingga Rp 280 juta.
"Harga jual mobil listrik bekas di pasaran saat ini terpantau mengalami tingginya depresiasi, bahkan lebih tinggi dibandingkan mobil hybrid dan mobil konvensional atau non-listrik," tutur Agung lagi
Di lain pihak, Founder National Battery Research Institute Evvy Kartini mengungkap anjloknya harga mobil listrik itu adalah baterainya. Baterai merupakan komponen termahal yang terdapat di mobil listrik. Banderol komponen tersebut bisa 40-50 persen dari total harga jual kendaraan. Itulah mengapa, kata Evvy, mulai banyak produsen yang menjual mobil listrik dengan sistem sewa baterai.
"Harga baterai setengah harga mobil, jenis LFP dan semua. Jadi ketika harga baterai turun pasti mobil listrik turun," tutur Evvy.
selengkapnya
Fungsi Teknologi Toyota Safety Sense
Dipublish pada 01 September 2025 | Kategori:
Fungsi Teknologi Toyota Safety Sense Toyota
Jakarta - Toyota terus berupaya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada setiap konsumen. Berbagai inovasi pun telah dilahirkan, salah satunya yakni teknologi Toyota Safety Sense (TSS) di Yaris Cross.
Teknologi pintar yang bekerja layaknya indera tambahan bagi pengemudi. Bayangkan sebuah perjalanan di mana mobil Anda tidak hanya merespons pedal dan kemudi, melainkan juga mampu berpikir.
Bersama TSS pada Yaris Cross, pengalaman itu menjadi nyata. Mengandalkan kamera dan radar canggih, sistem ini mampu mendeteksi potensi bahaya, memberi peringatan dini, bahkan mengambil alih kendali jika diperlukan.
Di Jepang, teknologi serupa terbukti mampu menurunkan potensi tabrakan dari belakang hingga 70%. Sebuah lompatan besar menuju masa depan berkendara yang lebih aman dan nyaman.
Baca artikel detikoto, "Ini Fungsi Teknologi Toyota Safety Sense" selengkapnya https://oto.detik.com/mobil/d-8086536/ini-fungsi-teknologi-toyota-safety-sense.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ selengkapnya